Tugas teori UAS Basis Data (take home)

Nama : Siti Annisa

Nim     : 233100383

Prodi  : Sistem Informasi

Tugas  basis data (pilih 2 soal)


2.) Proses normalisasi data adalah suatu teknik dalam desain basis data yang bertujuan untuk mengorganisasi data dalam tabel-tabel yang lebih kecil,Dalam konteks sistem informasi rumah sakit, normalisasi dapat dilakukan hingga mencapai bentuk normal ketiga (3NF) atau lebih, tergantung pada kompleksitas dan kebutuhan spesifik dari sistem tersebut.

Proses Normalisasi hingga Bentuk Normal Ketiga (3NF)

⇛ Identifikasi Entitas dan Atribut

Pertama-tama, identifikasi entitas utama dalam sistem informasi rumah sakit, seperti:

  • Pasien: Informasi pribadi seperti nama, tanggal lahir, alamat, dan nomor telepon.
  • Dokter: Informasi pribadi dan profesional seperti nama, spesialisasi, dan nomor identitas.
  • Jadwal Kunjungan: Informasi mengenai jadwal kunjungan pasien, dokter, dan detail kunjungan.
  • Rekam Medis: Informasi medis pasien seperti diagnosis, hasil tes, dan catatan medis lainnya.

⇛ Pembuatan Skema Tabel Awal

Berikut contoh skema tabel awal berdasarkan entitas di atas (sederhana):

  • Tabel Pasien:

    • id_pasien (Primary Key)
    • nama_pasien
    • tanggal_lahir
    • alamat
    • no_telepon
  • Tabel Dokter:

    • id_dokter (Primary Key)
    • nama_dokter
    • spesialisasi
    • no_identitas
  • Tabel Jadwal_Kunjungan:

    • id_kunjungan (Primary Key)
    • id_pasien (Foreign Key ke Pasien)
    • id_dokter (Foreign Key ke Dokter)
    • tanggal_kunjungan
    • catatan
  • Tabel Rekam_Medis:

    • id_rekam_medis (Primary Key)
    • id_pasien (Foreign Key ke Pasien)
    • tanggal_rekam_medis
    • diagnosa
    • hasil_tes
    • catatan_medik

⇛ Normalisasi ke Bentuk 1NF

Pastikan setiap kolom dalam tabel hanya memiliki satu nilai dan tidak ada nilai-nilai yang berulang. Misalnya, kolom nama_pasien hanya berisi satu nama pasien, dan tidak ada pasien yang memiliki lebih dari satu tanggal lahir.

⇛ Normalisasi ke Bentuk 2NF

Pastikan setiap non-key attribute (atribut selain primary key) sepenuhnya tergantung pada primary key tabel. Misalnya, nama_dokter dan spesialisasi hanya bergantung pada id_dokter dalam tabel Dokter.

⇛ Normalisasi ke Bentuk 3NF

Pastikan tidak ada dependensi transitif di antara atribut-atribut non-key. Misalnya, jika ada atribut yang bergantung pada atribut lain selain primary key, maka atribut tersebut harus dipisahkan ke dalam tabel tersendiri. Contoh: spesialisasi hanya bergantung pada id_dokter dalam tabel Dokter, bukan pada atribut lain seperti nama_dokter.

Normalisasi dalam Mengurangi Anomali Data

Berikut adalah cara-cara bagaimana normalisasi membantu mengurangi anomali data:

1. Mengurangi Anomali Update

Anomali update terjadi ketika perubahan pada data mengakibatkan ketidak-konsistenan di beberapa tempat dalam basis data. Contohnya, jika informasi seperti alamat pasien disimpan duplikat di beberapa tempat, maka perubahan alamat di salah satu tempat mungkin tidak di-update secara konsisten di tempat lain. Dengan normalisasi:

  • Data yang bergantung pada primary key (misalnya, data pasien yang hanya disimpan di tabel Pasien) akan lebih konsisten karena perubahan hanya perlu dilakukan di satu tempat.
  • Tidak ada redundansi yang signifikan yang bisa mengakibatkan perubahan yang tidak konsisten di berbagai tempat.

2. Mengurangi Anomali Insert

Anomali insert terjadi ketika tidak mungkin atau sulit untuk memasukkan data baru ke dalam tabel karena ketergantungan antar data yang kompleks atau tidak jelas. Contohnya, jika suatu data baru harus dimasukkan tetapi memerlukan informasi yang tidak lengkap atau ambigu dari tabel lain. Dengan normalisasi:

  • Setiap tabel memiliki entitas tunggal yang jelas dan dependensi yang terdefinisi dengan baik terhadap primary keynya.
  • Data baru dapat dimasukkan dengan mudah karena semua informasi yang diperlukan tersedia di tabel yang sama atau di tabel terkait dengan ketergantungan yang jelas.

3. Mengurangi Anomali Delete

Anomali delete terjadi ketika menghapus suatu data mengakibatkan hilangnya informasi yang tidak seharusnya hilang atau mengganggu integritas data lainnya. Contohnya, jika menghapus informasi kunjungan pasien, tetapi rekam medis atau jadwal kunjungan yang terkait tidak dihapus atau tidak di-handle dengan benar. Dengan normalisasi:

  • Struktur tabel yang terorganisir dengan baik memastikan bahwa dependensi referensial antar tabel diatur dengan baik menggunakan kunci asing (foreign key).
  • Operasi delete dilakukan dengan hati-hati dan mengikuti aturan integritas referensial untuk mencegah kehilangan data yang penting atau menyebabkan ketidak-konsistenan data.



3.) Dalam desain sistem informasi perpustakaan, normalisasi data adalah proses untuk mengorganisasi struktur basis data agar memenuhi aturan normalisasi dari bentuk normal pertama (1NF) hingga bentuk normal ketiga (3NF).

Berikut adalah langkah"/prosesnya:

1. Bentuk Normal Pertama (1NF)

  • id_buku (Primary Key)
  • judul_buku
  • tahun_terbit
  • kategori
  • id_penulis (Primary Key)
  • nama_penulis
  • negara_asal
  • id_anggota (Primary Key)
  • nama_anggota
  • alamat
  • nomor_telepon
  • id_peminjaman (Primary Key)
  • id_anggota (Foreign Key ke Tabel Anggota Perpustakaan)
  • id_buku (Foreign Key ke Tabel Buku)
  • tanggal_pinjam
  • tanggal_kembali
2. Bentuk Normal Kedua (2NF)
  • Memisahkan tabel Penulis dari Buku jika informasi tentang penulis buku bisa mengulangi data yang sama pada tabel Penulis.
3. Bentuk Normal Ketiga (3NF)
  • Memisahkan tabel Buku dari Kategori jika kategori buku bisa mengulangi data yang sama pada tabel Kategori.

Cara bagaimana normalisasi membantu dalam menjaga integritas data

1. Mengurangi Redundansi Data

Normalisasi mengurangi redundansi data dengan memisahkan data yang berbeda ke dalam tabel-tabel yang terpisah. Misalnya, informasi penulis dipisahkan dalam tabel Penulis dan tidak disimpan ulang di setiap entri buku dalam tabel Buku. Hal ini mengurangi risiko kesalahan data karena informasi penulis hanya perlu diubah atau diperbarui di satu tempat.


2. Menghindari Anomali Data

Anomali data terjadi ketika operasi seperti insert, update, atau delete tidak konsisten atau menghasilkan hasil yang tidak diharapkan. Normalisasi membantu mengurangi anomali data dengan cara berikut:

-Anomali Update: Ketika data diperbarui, normalisasi memastikan bahwa perubahan hanya perlu dilakukan di satu tempat, sehingga menghindari kesalahan konsistensi. Misalnya, jika ada perubahan informasi penulis, perubahan tersebut hanya dilakukan di tabel Penulis, bukan di setiap entri buku yang terkait.

-Anomali Insert: Normalisasi memungkinkan data baru dimasukkan tanpa memerlukan informasi tambahan yang tidak relevan atau ambigu, karena setiap tabel memiliki entitas tunggal dan struktur yang terorganisir dengan baik.

-Anomali Delete: Ketika data dihapus, normalisasi memastikan bahwa tidak ada data yang hilang yang seharusnya tetap ada atau mempengaruhi konsistensi data lainnya. Misalnya, menghapus informasi buku tidak harus menghapus informasi tentang penulis atau kategori buku.


3. Memastikan Konsistensi Data

Dengan memisahkan data ke dalam tabel-tabel yang sesuai dengan aturan normalisasi, hubungan antara data yang berbeda dijaga dengan baik menggunakan kunci asing (foreign key). Ini memastikan bahwa setiap data yang merujuk ke data lain memiliki referensi yang valid dan konsisten, sehingga menghindari data yang tidak konsisten atau tidak sah.


4. Meningkatkan Efisiensi Pencarian dan Manajemen Data

Struktur basis data yang terorganisir dengan baik melalui normalisasi mempermudah operasi sehari-hari seperti pencarian, penyimpanan, dan pembaruan data. Ini meningkatkan efisiensi sistem informasi perpustakaan dalam mengelola informasi buku, penulis, anggota, dan transaksi peminjaman.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Basis Data (mengubah struktur table)

Tugas Basis Data (DCL)

UTS Basis Data (take home)